Return to site

Beberapa Metode Dalam Pembelajaran Asinkron

· e-Learning Indonesia

Pembelajaran asinkron jika didefiniskan secara sederhana adalah metode pembelajaran yang tidak bergantung pada waktu. Pembelajaran mandiri adalah contoh pembelajaran asinkron karena pembelajaran online berlangsung kapan saja. E-mail atau forum diskusi adalah contoh alat komunikasi asynchronous. Dalam kasus seperti ini, siswa idealnya menyelesaikan kursus dengan kecepatan mereka sendiri, dengan menggunakan platform pembelajaran seperti LMS. Adapun beberapa metode yang dapat dipilih dalam pembelajaran asinkron adalah sebagai berikut: 

1. Belajar sendiri atau belajar secara mandiri yang dilakukan oleh pelajar

Di era digital seperti sekarang ini, metode paling umum yang menggunakan wiki, blog, dan bahan bacaan apa pun seperti ppt, file pdf untuk menawarkan pengetahuan awal kepada pelajar. Hal ini juga memungkinkan pelajar untuk belajar secara kelompok pada pelatihan kelas untuk menyelesaikan pertanyaan dan keraguan mereka. Rekaman video/audio: Ini adalah metode paling umum kedua untuk membuat video demo untuk melatih peserta didik. Ini juga membantu untuk menciptakan pembelajaran yang membantu pelajar mengetahui tentang dasar-dasar dengan menonton.   

2. Pembelajaran berbasi computer atau pembelajaran berbasis web 

Dalam jenis pembelajaran ini, e-Learning tersedia bagi pelajar dalam bentuk CD atau Pelatihan Berbasis Komputer (CBT), yang dapat dijalankan pada sistem untuk pelajar. E-Learning juga dapat disediakan melalui pelatihan berbasis web (WBT), yang memanfaatkan internet sebagai platform seperti Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS). Kursusnya diatur sendiri, dan pelajar tidak berinteraksi dengan instruktur atau sesama pelajar. Ini bekerja sangat baik untuk pelajar dewasa yang lebih termotivasi untuk belajar, untuk mempelajari keterampilan baru, memperbarui resume mereka dan mencapai keunggulan profesional.   

3. Blended learning yang mendapat pimbingan pengajar 

Metode ini menggabungkan cara pembelajaran Synchronous dan Asynchronous. Beberapa pelatihan, seperti soft-skill atau pelatihan penguatan akan materi, harus memiliki komponen tatap muka agar benar-benar berdampak pada pemahaman pelajar. Pendekatan dengan metode blended learning ini bekerja paling baik di sini, di mana ruang kelas digunakan untuk melakukan latihan dan interaksi. Latihan ini tidak dapat dilakukan dalam pengiriman eLearning karena interaksi rekan terbatas. E-Learning singkat dapat dibuat untuk membantu pelajar mempersiapkan latar belakang pelajaran sebelum mereka datang ke kelas.   

4. Pembelajaran Seluler 

Ketersediaan yang mudah dan keterjangkauan perangkat seluler telah menciptakan ruang untuk pembelajaran yang mendukung seluler atau pembelajaran seluler. Mengonversi kursus elektronik ke modul yang kompatibel dengan perangkat seluler tidaklah cukup. Kemampuan perangkat seluler, termasuk ruang penyimpanan, konektivitas internet dan ukuran layar harus dipertimbangkan. Sistem LMS AkuBelajar.ID dilengkapi dengan memberikan desain responsif untuk e-Learning. Ini adalah manfaat yang sangat besar, karena menghemat biaya produksi serta waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kursus elektronik untuk pengiriman seluler.   

5. Simulasi 

E-Learning dalam bentuk simulasi sangat interaktif dan sangat bergantung pada grafik, video, audio. Yang penting, dalam menjalankan metode ini ada video atau game simulasi, yang bisa menyertakan komponen 3D dengan sangat baik.    

6. Pembelajaran berbasis game 

Game dianggap menyenangkan oleh semua orang, tetapi game juga bisa menjadi media pembelajaran berdasarkan pengalaman yang baik. Saat ini banyak organisasi fokus pada istilah gamifikasi pembelajaran yang membantu mereka meningkatkan produktivitas dan pengetahuan pelajar dengan memotivasi mereka untuk belajar dengan berbasis game. Pembelajaran semacam ini berfokus pada penciptaan keterlibatan dan motivasi bagi pelajar untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan materi yang diajarkan saat mereka memainkan game tersebut.

Ilustrasi (c) Unsplash.com