Return to site

Mengapa e-Learning Dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa?

· e-Learning Indonesia

Menjaga motivasi belajar mahasiswa merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan di era yang mana hiburan dan teknologi berkembang dengan pesat. Kemudahan dalam mengakses internet yang penuh dengan hiburan membuat mahasiswa sering kali lupa dan bahkan malas untuk pergi kuliah. Namun, kehadiran metode pembelajaran online (e-Learning) membuat mahasiswa dapat kembali termotivasi untuk belajar. Apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi? Berikut adalah alasan mengapa e-Learning dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.

1. Penyesuaian pendidikan (adaptive learning)

Banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan pelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan. Bukan karena tidak diberikan kesempatan yang sama. Tetapi, perbedaan tersebut terjadi karena daya tangkap pelajar terhadap suatu materi mengalami perbedaan dari setiap mahasiswa. Dengan metode pembelajaran online dan bantuan Learning Management System (LMS), pengajar dapat memberikan metode pembelajaran yang dapat disesuaikan untuk masing-masing pelajar. Dalam hal ini, pengajar dapat menentukan siapa saja yang membutuhkan pembelajaran ekstra dan mana yang tidak.

2. Fleksibilitas

Pelajar tidak dapat ke kampus karena terpilih untuk mengikuti kegiatan kampus, mereka tidak perlu lagi izin untuk tidak mengikuti pelajaran. Dengan e-Learning, semua pelajar baik yang dapat ke kampus maupun tidak dapat mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya dengan berbekal gawai yang ia miliki. Sehingga, ketika seorang atau beberapa pelajar mengikuti kegiatan diluar kampus, mereka tetap dapat mengikuti pelajaran dengan menggunakan sistem LMS.

3. Edukasi sosial

Memaksimalkan interaksi antar mahasiswa merupakan edukasi penting yang harus dilakukan oleh semua pelajar. Dengan pengembangan metode pembelajaran online menggunakan LMS dan fasilitas tambahan seperti online forum khusus untuk mahasiswa di masing-masing jurusan, maka pelajar akan semakin termotivasi untuk mengikuti pendidikan diluar kelas maupun di dalam kelas. Kunci utama dari edukasi sosial ini tercipta karena adanya waktu lebih bagi pengajar untuk mengajak mahasiswa berinteraksi seperti dengan proses tanya jawab antar mahasiswa.

4. Metode pembelajaran variatif

Dengan e-Learning, pengajar dapat memberlakukan metode pembelajaran yang variatif untuk menjaga motivasi para pelajar tetap maksimal. Tetapi, dalam beberapa kasus, ini juga terbatas tergantung pada fitur dari LMS yang digunakan dan bagaimana pengajar memaksimalkan potensi dari berbagai metode. Karena masing-masing sistem memiliki kelemahan dan kekurangan tersendiri. Guna mengatasi hal tersebut, kreativitas dan pemilihan sistem harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai fitur yang dapat diterapkan untuk berbagai macam kondisi tidak dapat dimaksimalkan oleh pengajar.

Ilustrasi (c) Unsplash.com