Return to site

10 Tips Untuk Anda Yang Ingin Mengajar Secara Online

· e-Learning Indonesia

Pengaruh penyampaian informasi berteknologi tinggi telah mengubah cara pengajar dalam mengajar dan bagi pelajar untuk belajar. Pelajar saat ini telah tumbuh dalam generasi digital. Mereka terbiasa menonton video, mencari jawaban secara online dan mengambil sampel informasi secara digital dari berbagai sumber. Hampir setiap pelajar memiliki smartphone di saku mereka, yang memungkinkan mereka mengakses informasi sesuai permintaan.

Pembelajaran yang difasilitasi teknologi membantu pelajar dan fakultas dalam banyak cara. Ini membantu memfasilitasi komunikasi pengajar dan dalam memberikan umpan balik, memungkinkan pelajar untuk lebih mudah berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pelajar lainnya dan memberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Ini juga mengubah cara pelajar belajar dan cara pengajar mengajar.

Fakultas harus mengakui perubahan ini dan berkembang menjadi peran di mana mereka menafsirkan informasi berteknologi tinggi ini dan mengaturnya ke dalam konteks pembelajaran bagi pelajar.

e-Learning pada dasarnya tidak jauh berbeda dari mebelajaran di kelas tradisional. Sementara pengajaran online dengan dukungan teknologi menawarkan kepada pelajar yang lebih fleksible dengan akses dari mana saja, kapan saja dan kemampuan untuk mengatur kecepatan sendiri. Berikut 10 cara agar Anda dapat membuat hubungan yang lebih baik dengan pelajar Anda di dunia online:

1. Mendorong partisipasi aktif

  • Pertahankan nada santai, menarik, dan informatif.

  • Mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman dan berkolaborasi.

  • Jangan tunjukkan penilaian yang terkesan membandingkan dan pastikan tidak ada yang merasa diejek.

  • Gunakan humor jika memiliki momen yang tepat.

2. Jangan terlalu menekan pelajar, sebaliknya, mintalah pelajar untuk mengajukan pertanyaan.

  • Tujuan utama fasilitator online adalah mengubah kuliah menjadi diskusi interaktif.

  • Libatkan pelajar melalui pertanyaan yang mendorong individu untuk mengeksplorasi materi pelajaran dengan bijaksana.

  • Gunakan pertanyaan aktif, yang juga membantu pengajar untuk lebih mengetahui pelajar mereka, preferensi mereka dan motivasi mereka, yang pada gilirannya membantu dalam personalisasi materi e-Learning.

3. Mendorong kolaborasi kelompok

  • Peserta didik bisa menjadi fasilitator. Mintalah mereka untuk berbagi pengalaman dengan orang lain untuk mendemonstrasikan keterampilan dan pengetahuan mereka.

  • Cobalah membagi kelas menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk mengatasi masalah yang disajikan melalui skenario dunia nyata.

4. Buat informasi yang Anda berikan dalam porsi kecil (lebih sedikit)

  • Perkenalkan informasi secara bertahap kepada pelajar melalui e-Learning yang lebih kecil dan lebih mudah dicerna.

  • Gunakan polling, kuis dan konten yang terjaga keamanannya untuk memastikan pelajar telah menyerap informasi sepenuhnya sebelum melanjutkan.

5. Masukkan e-Learning ke dalam skenario atau situasi kehidupan nyata

  • Ikat materi pelajaran menjadi contoh atau pengalaman kehidupan nyata.

  • Memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menilai bagaimana informasi tersebut berlaku langsung pada kehidupan atau pengalaman mereka sendiri.

6. Tetapkan tujuan, aturan dasar dan harapan yang jelas

  • Tetapkan aturan dan tujuan di awal, sehingga peserta didik jelas tentang hasil yang diinginkan.

  • Tetapkan ekspektasi dengan pelajar agar semua orang tetap pada jalurnya dan selaras dengan pengalaman belajar.

7. Pertahankan percakapan tentang subjek yang ada

  • Ini adalah tugas fasilitator online untuk membawa diskusi, pertanyaan, dan jawaban kembali ke subjek yang ada, sehingga pelajar tidak kehilangan arah dan nilai pembelajaran tetap dipertahankan.

8. Kurangi bicara dan lebih banyak mendengarkan

  • Pengajar yang baik lebih sedikit berbicara dan lebih banyak mendengarkan. Anda berada di sana tidak hanya untuk menawarkan kebijaksanaan dan pengalaman Anda, tetapi juga untuk membantu pelajar menjadi terlibat sepenuhnya.

  • Gunakan pertanyaan untuk memandu diskusi yang akan memungkinkan pemahaman pelajar terungkap.

  • Dorong debat antar pelajar (dalam konteks materi pelajaran).

9. Bertindak sebagai pemandu, bukan sebagai pengajar

Pengajar bekerja untuk memastikan peserta didik secara aktif mempelajari materi pelajaran serta menggunakan pemikiran kritis untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri.

10. Minta umpan balik dan buat perubahan yang sesuai

  • Bersikaplah terbuka untuk umpan balik konstruktif dari pelajar, dan gunakan umpan balik untuk meningkatkan metode pengajaran dan materi kursus Anda.

Ilustrasi (c) Unsplash.com