Return to site

3 Feedback Yang Dapat Diterima Oleh Pelajar

· Learning Development

Penilaian sosial adalah alat yang hebat untuk memungkinkan pelajar mendapatkan wawasan berharga tentang pembelajaran mereka sehari-hari. Feedback adalah kunci untuk memberikan wawasan tersebut kepada para pelajar. Penilaian sosial adalah tentang memungkinkan feedback yang konstruktif dalam mendemonstrasikan yang memungkinkan terjadinya percakapan seputar semua jenis kiriman, serta untuk peningkatan berulang dari hasil pembelajaran pelajar. Feedback tersebut dapat datang dari berbagai grup dalam lembaga Anda, masing-masing dengan manfaatnya sendiri.

Maka dari itu, memanfaatkan beberapa jenis feedback penilaian sosial berikut ini dapat membantu Anda mendorong peningkatan pembelajaran di seluruh lembaga Anda sambil mengembangkan budaya yang berfokus pada feedback.

1. Feedback peer-to-peer

Salah satu cara termudah bagi pelajar untuk mendapatkan feedback dengan cepat adalah dari rekan mereka. Feedback peer-to-peer sering kali berfokus pada contoh pribadi dan penghargaan untuk peragaan keterampilan. Kelemahan dari feedback peer-to-peer adalah kesulitan yang dapat dialami pelajar dalam meminta kritik yang konstruktif, terutama jika teman sekelas/pelajar prihatin tentang bagaimana feedback yang mereka berikan dapat diterima dan mungkin dapat merusak hubungan sesama. Berfokus pada bagaimana feedback harus terstruktur dan membangun budaya kepercayaan di mana feedback negatif dapat diterima untuk kepentingan pertumbuhan dan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas orang yang menerima feedback tersebut.

2. Feedback dari profesional

Feedback dari profesional seperti psikolog berguna untuk memusatkan perhatian pada isu-isu spesifik yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran pelajar. Para pofesional dapat ditemukan di seluruh lembaga Anda. Mereka bisa saja dari teman sekelas/pelajar yang berpengalaman atau dari pengajar. Jika tidak ada dari keduanya, Anda dapat mendatangkan psikolog yang memang memiliki kemampuan untuk memperberikan feedback yang tepat bagi pelajar.

3. Feedback kepala sekolah/rektor

Kepala Sekolah/Rektor biasanya diminta untuk memberikan feedback kepada pelajar untuk membantu meningkatkan pembelajaran dan mendukung mereka dalam mencapai tujuan pendidikan. Pelajar menghargai feedback Kepala Sekolah/Rektor karena biasanya berhubungan langsung dengan bagaimana pembelajaran mereka dianggap dan dievaluasi oleh lembaga. Feedback Kepala Sekolah/Rektor sering kali diberikan dalam konteks evaluasi atau penilaian, maka karena itu, feedback tersebut membawa dampak positif bagi para pelajar.

Kepala Sekolah/Rektor mungkin atau mungkin tidak ahli di bidang di mana mereka memberikan feedback kepada pelajar. Namun dari apa yang Kepala Sekolah/Rektor berikan akan dapat dipercaya sebagai upaya yang paling baik untuk mengubah pelajar dalam mengikuti pendidikan.

Ilustrasi (c) Unsplash.com