Return to site

Bagaimana Edtech Membantu Menemukan Solusi Pendidikan Di Masa Depan!

· e-Learning Indonesia,COVID-19

Dari tingkat pemerintah hingga tingkat sekolah individu, semua lembaga pendidikan perlu mengantisipasi dan mempersiapkan semua scenario yang terjadi pada masa pandemi COVID-19 yang hingga saat ini masih menghantui kehidupan kita. Sebagai pengajar, pelajar dan pejabat lembaga pendidikan harus memperhatikan beberapa kondisi berikut ini agar pendidikan di Indonesia tetap dapat berjalan sebagai mana mestinya. Adapun beberapa scenario yang menurut kami sangat mungkin terjadi diantaranya adalah:

  • Sekolah tetap ditutup sampai ancaman kesehatan masyarakat menghilang
  • Sekolah dijalankan dengan sistem buka/tutup untuk meminimalisir pelajar yang terlalu banyak di dalam kelas
  • Sekolah dibuka kembali sepenuhnya dan mengupayakan seperti semuanya berjalan seperti kondisi normal sebelum COVID-19

Dalam semua skenario tersebut, penggunaan teknologi pendidikan (EdTech) akan menjadi yang terpenting dalam memastikan pembukaan kembali sekolah/kampus berjalan lancar dan selaras untuk semua. Tidak peduli bagaimana segala sesuatunya berkembang baik dalam waktu dekat dan dalam waktu yang lebih panjang edtech hadir untuk mendukung perjalanan pendidikan di Indonesia dan dunia tetap normal. Anda harus bisa memanfaatkan kehadiran EdTech sebaik mungkin sejak hari ini. Kami akan memberikan solusi dari semua skenario di atas.

Solusi 1: Menerapkan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya

University of Cambridge telah menjadi preseden untuk memindahkan semua aktivitas akademik secara online. Institusi pendidikan tinggi lainnya dapat melakukan hal yang sama jika mereka telah memiliki strategi pembelajaran digital yang kuat. Siswa dapat menjadi pelajar mandiri dan dengan jenis dukungan yang tepat, mereka juga dapat berkembang dalam lingkungan pembelajaran online. Sistem manajemen pembelajaran (LMS) yang mendukung kursus asynchronous self-based, serta kelas online atau diskusi kelompok yang sinkron, dapat memainkan peran besar dalam mewujudkan semua ini.

Solusi 2: Blended learning

Sampai vaksin tersedia secara luas, kebangkitan virus COVID-19 selalu dimungkinkan, seperti yang terjadi di Jakarta yang kembali melakukan PSBB besar-besaran. Kembali ke pembelajaran jarak jauh menjadi metode pembelajaran yang masuk sebagai rencana B yang sangat bagus untuk sekolah mana pun, di provinsi mana pun. Sekali lagi, semua tergantung pada strategi edtech yang solid berdasarkan tujuan yang bertanggung jawab, dukungan yang ditargetkan untuk guru, dan teknologi yang paling berguna akan memungkinkan sekolah untuk memastikan transisi yang baik antara pembelajaran di kelas dan lingkungan belajar online.

Solusi 3: Membangun normal baru

Sekolah harus bersiap untuk tutup kembali ketika atau jika ada wabah yang muncul, tetapi pada akhirnya ancaman akan berakhir. pada saat itu terjadi, pendidikan online akan berhenti dilihat hanya sebagai darurat Rencana B dan malah akan menjadi bagian terintegrasi dari pendidikan. Ide pembelajaran jarak jauh tidak terpikirkan beberapa bulan yang lalu, ketika sebagian besar sekolah masih nyaman dengan metode pembelajaran tradisional.

Pendidikan online, dalam segala bentuknya, seharusnya mendukung pembelajaran siswa dan keberhasilan akademis, bukan bersaing dengan aktivitas di dalam kelas. Pandemi telah memperjelas bahwa pembelajaran tidak harus berdasarkan pada penempatan. Kita semua memiliki kesempatan untuk membuat normal baru dan lebih baik, menggunakan edtech sebagai fondasi dan diimbangi dengan interaksi secara digital (online) dan tradisional (offline).

Pendidikan harus siap menghadapi masa depan dengan edtech

Peran utama sekolah adalah mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang mungkin belum ada, di mana mereka harus menggunakan teknologi baru, untuk menyelesaikan masalah yang bahkan tidak dapat kita bayangkan sekarang. Kembali ketika tahun ajaran ini dimulai, tidak ada yang akan membayangkan betapa berbedanya dunia pada akhirnya. Kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan, atau seberapa dekat dengan keadaan tersebut. Tetapi mengintegrasikan edtech ke dalam kehidupan sehari-hari siswa, guru, orang tua, dan semua orang di seluruh komunitas pendidikan dapat membuktikan kunci untuk pendidikan yang siap menghadapi masa depan.

Ilustrasi (c) Unsplash.com