‹ Return to site

MBKM dan Pencatatan Capaian: Bagaimana LMS Mengikuti Mahasiswa ke Luar Kampus

September 23, 2025 · Kampus Merdeka

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka membuka kesempatan mahasiswa belajar di luar program studinya: magang, pertukaran, proyek desa, hingga penelitian. Tantangan administratifnya besar. Bagaimana kegiatan di luar kampus diakui sebagai capaian, dikonversi ke SKS, dan dilaporkan dengan benar?

Kegiatan luar kampus sebagai mata kuliah yang terstruktur

Pendekatan yang terbukti rapi adalah memperlakukan setiap kegiatan MBKM sebagai mata kuliah di LMS dengan CPMK yang jelas, pembimbing dari kampus dan mitra, serta rubrik penilaian yang disepakati di awal. Dengan begitu, logbook mingguan, laporan, dan penilaian mitra tersimpan di satu tempat.

Logbook yang menjadi bukti

Logbook mingguan yang diunggah mahasiswa, dikomentari pembimbing, dan dinilai dengan rubrik bukan hanya syarat administratif. Ia menjadi bukti ketercapaian CPMK yang dapat ditarik saat konversi SKS dan saat akreditasi mempertanyakan mutu kegiatan luar kampus.

Konversi yang tidak diulang-ulang

Ketika capaian kegiatan MBKM sudah dipetakan ke CPL program studi sejak awal, konversi SKS menjadi hasil perhitungan, bukan negosiasi di akhir semester. Pelaporan ke sistem nasional pun mengikuti dari data yang sama.

Peran mitra

Mitra industri atau desa jarang mau mempelajari sistem kampus. Akses terbatas untuk pembimbing lapangan, cukup untuk melihat logbook dan mengisi penilaian, biasanya menjadi jalan tengah yang diterima semua pihak.

Mulai dari satu skema

Pilih satu skema MBKM yang paling banyak diikuti mahasiswa, biasanya magang, dan rapikan alurnya di LMS untuk satu semester. Skema lain akan mengikuti dengan penyesuaian kecil.

← Previous: Koneksi Terbatas di Daerah 3T: Merancang Kelas Daring yang RinganNext: Mengurangi Beban Administrasi Dosen: Audit Kecil untuk Satu Semester →