Keluhan yang paling sering kami dengar dari dosen di Indonesia bukan soal mengajar, melainkan soal administrasi: mengisi beberapa sistem dengan data yang sama, merekap kehadiran, menyusun laporan BKD, dan menyiapkan bukti untuk berbagai keperluan. Sebelum membeli alat baru, ada baiknya melakukan audit kecil.
Catat setiap pekerjaan ganda selama dua minggu
Minta beberapa dosen mencatat setiap kali mereka memasukkan data yang sama ke lebih dari satu tempat, atau menyusun ulang informasi yang sebenarnya sudah ada di sistem lain. Dalam dua minggu, polanya biasanya jelas: nilai, kehadiran, dan materi adalah tiga sumber pekerjaan ganda terbesar.
Hitung jam, bukan keluhan
Ubah catatan itu menjadi jam per semester per dosen, lalu kalikan dengan jumlah dosen di fakultas. Angka yang muncul sering mengejutkan pimpinan dan menjadi dasar yang jauh lebih kuat untuk keputusan dibanding keluhan umum.
Tiga perbaikan yang paling sering memberi hasil
Pertama, kehadiran yang dicatat sekali di LMS dan mengalir ke sistem akademik. Kedua, nilai yang masuk dari buku nilai LMS tanpa pengetikan ulang. Ketiga, laporan aktivitas kelas yang dapat ditarik untuk BKD dan akreditasi tanpa menyusun ulang. Ketiganya membutuhkan integrasi, bukan fitur baru.
Pengingat otomatis menggantikan pesan berantai
Sebagian besar pesan dosen ke grup kelas adalah pengingat tenggat dan jadwal. Pengingat otomatis dari LMS ke aplikasi mobile mahasiswa menghilangkan pekerjaan ini sekaligus memastikan semua mahasiswa menerima informasi yang sama.
Ukur lagi di akhir semester
Setelah perbaikan diterapkan, ulangi audit dua minggu yang sama. Perbandingan sebelum dan sesudah adalah bukti paling meyakinkan bagi dosen yang masih ragu, dan menjadi dasar untuk memperluas ke fakultas berikutnya.
